Jika gejala sudah muncul, 99% korban akan meninggal. Namun, rabies 100% dapat dicegah dengan vaksinasi.
Rabies 101
Penyakit zoonotik yang selalu fatal bila gejala muncul — namun sepenuhnya dapat dicegah. Kenali penularan, tanda, dan pencegahannya.
Rabies disebabkan oleh sekelompok virus yang menyerang susunan saraf pusat. Penyakit ini sering disebut “anjing gila” karena lebih dari 95% hewan yang menularkannya adalah anjing. Rabies ditularkan melalui gigitan hewan yang telah terinfeksi dan bersifat sangat mematikan.
Rabies ditularkan melalui air liur yang mengandung virus, masuk lewat gigitan, jilatan pada luka terbuka, atau melalui mukosa tubuh seperti mata dan mulut. Virus menyerang susunan saraf pusat dan menyebabkan peradangan otak. Jika gejala sudah timbul, penyakit ini hampir selalu fatal — baik pada hewan maupun manusia.
Hewan yang terinfeksi mengalami perubahan perilaku: menjadi agresif dan menggigit tanpa provokasi (rabies ganas), atau menjadi pendiam dan lumpuh (rabies tenang). Hewan nokturnal bisa terlihat di siang hari, dan air liur berlebih atau mulut berbusa dapat muncul. Satu-satunya cara memastikan adalah uji laboratorium.
Penularan pada manusia umumnya terjadi akibat gigitan, atau luka segar yang terkontaminasi air liur hewan tertular. Gejala biasanya muncul beberapa minggu atau bulan setelah kontak. Setelah gejala muncul, korban biasanya tidak dapat tertolong.
Segera cuci luka gigitan dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit. Lakukan penanganan medis sesegera mungkin. Pemberian vaksin anti rabies (VAR) secara lengkap dilakukan sesuai hasil pemeriksaan hewan yang diduga rabies.
10 Fakta Rabies
Jika gejala sudah muncul, 99% korban akan meninggal. Namun, rabies 100% dapat dicegah dengan vaksinasi.
Gejala pada manusia meliputi nyeri dan gatal pada bekas gigitan, demam, takut air (hidrofobia), sensitif terhadap suara, cahaya, dan angin, mudah marah, serta hiperaktif.
Rabies menyebabkan satu kematian setiap 10 menit — lebih dari 59.000 orang meninggal dunia setiap tahun.
Hampir semua kasus rabies pada manusia ditularkan melalui gigitan anjing. Sisanya melalui hewan lain dan kontak air liur dengan luka terbuka atau mukosa.
Hampir setengah dari kasus rabies pada manusia terjadi pada anak-anak — sekitar 100 anak meninggal dunia akibat rabies setiap hari.
Strategi utama memberantas rabies adalah vaksinasi massal minimal 70% dari populasi anjing, dilakukan serentak dan menyeluruh hingga ke tingkat dusun.
Cuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit, beri antiseptik bila ada, lalu segera ke puskesmas, rumah sakit, atau dokter untuk penanganan lanjutan.
Beri makan setiap hari, sediakan tempat tinggal yang layak, jangan dilepasliarkan, jaga kesehatannya ke dokter hewan, dan vaksinasi rabies setiap tahun.
Hampir 85% wilayah dunia berisiko tertular rabies melalui anjing, dan 95% kematian akibat rabies terjadi di negara-negara Afrika dan Asia.
Hanya 8 provinsi yang berstatus bebas rabies: Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Papua, dan Papua Barat.
Donatur, mitra, dan relawan adalah bagian dari gerakan ini. Mari berkenalan.
Hubungi Sahabat Sehati