Rabies 101

Apa itu rabies?

Penyakit zoonotik yang selalu fatal bila gejala muncul — namun sepenuhnya dapat dicegah. Kenali penularan, tanda, dan pencegahannya.

Apa itu rabies?

Apa itu rabies?

Rabies disebabkan oleh sekelompok virus yang menyerang susunan saraf pusat. Penyakit ini sering disebut “anjing gila” karena lebih dari 95% hewan yang menularkannya adalah anjing. Rabies ditularkan melalui gigitan hewan yang telah terinfeksi dan bersifat sangat mematikan.

Bagaimana rabies ditularkan?

Rabies ditularkan melalui air liur yang mengandung virus, masuk lewat gigitan, jilatan pada luka terbuka, atau melalui mukosa tubuh seperti mata dan mulut. Virus menyerang susunan saraf pusat dan menyebabkan peradangan otak. Jika gejala sudah timbul, penyakit ini hampir selalu fatal — baik pada hewan maupun manusia.

Tanda hewan yang tertular rabies

Hewan yang terinfeksi mengalami perubahan perilaku: menjadi agresif dan menggigit tanpa provokasi (rabies ganas), atau menjadi pendiam dan lumpuh (rabies tenang). Hewan nokturnal bisa terlihat di siang hari, dan air liur berlebih atau mulut berbusa dapat muncul. Satu-satunya cara memastikan adalah uji laboratorium.

Bagaimana manusia bisa tertular?

Penularan pada manusia umumnya terjadi akibat gigitan, atau luka segar yang terkontaminasi air liur hewan tertular. Gejala biasanya muncul beberapa minggu atau bulan setelah kontak. Setelah gejala muncul, korban biasanya tidak dapat tertolong.

Pertolongan pertama

Segera cuci luka gigitan dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit. Lakukan penanganan medis sesegera mungkin. Pemberian vaksin anti rabies (VAR) secara lengkap dilakukan sesuai hasil pemeriksaan hewan yang diduga rabies.

Cara mencegah penularan

  • Vaksinasi semua anjing dan kucing dengan vaksin rabies
  • Hindari kontak dengan hewan liar atau yang diliarkan
  • Hindari gigitan hewan liar atau yang diliarkan
  • Jika tergigit, segera tangani dengan cepat dan tepat

10 Fakta Rabies

Yang perlu kamu tahu tentang rabies

01
99% fatal, namun 100% dapat dicegah

Jika gejala sudah muncul, 99% korban akan meninggal. Namun, rabies 100% dapat dicegah dengan vaksinasi.

02
Hampir selalu fatal bila gejala muncul

Gejala pada manusia meliputi nyeri dan gatal pada bekas gigitan, demam, takut air (hidrofobia), sensitif terhadap suara, cahaya, dan angin, mudah marah, serta hiperaktif.

03
Setiap 10 menit, 1 orang meninggal

Rabies menyebabkan satu kematian setiap 10 menit — lebih dari 59.000 orang meninggal dunia setiap tahun.

04
99% kasus pada manusia ditularkan anjing

Hampir semua kasus rabies pada manusia ditularkan melalui gigitan anjing. Sisanya melalui hewan lain dan kontak air liur dengan luka terbuka atau mukosa.

05
Hampir 50% korban adalah anak-anak

Hampir setengah dari kasus rabies pada manusia terjadi pada anak-anak — sekitar 100 anak meninggal dunia akibat rabies setiap hari.

06
Vaksinasi anjing adalah strategi utama

Strategi utama memberantas rabies adalah vaksinasi massal minimal 70% dari populasi anjing, dilakukan serentak dan menyeluruh hingga ke tingkat dusun.

07
Edukasi adalah kunci pencegahan

Cuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit, beri antiseptik bila ada, lalu segera ke puskesmas, rumah sakit, atau dokter untuk penanganan lanjutan.

08
Jadilah pemilik anjing yang bertanggung jawab

Beri makan setiap hari, sediakan tempat tinggal yang layak, jangan dilepasliarkan, jaga kesehatannya ke dokter hewan, dan vaksinasi rabies setiap tahun.

09
95% kematian terjadi di Afrika dan Asia

Hampir 85% wilayah dunia berisiko tertular rabies melalui anjing, dan 95% kematian akibat rabies terjadi di negara-negara Afrika dan Asia.

10
26 dari 34 provinsi Indonesia masih tertular

Hanya 8 provinsi yang berstatus bebas rabies: Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Papua, dan Papua Barat.

Tertarik mendukung misi ini?

Donatur, mitra, dan relawan adalah bagian dari gerakan ini. Mari berkenalan.

Hubungi Sahabat Sehati